Detik demi detik berjalan begitu cepat, berjalan terus tanpa henti, tiada berbekas. Itulah yang dirasakan saat hati tak lagi sejalan dengan akal. Mungkinkah itu yang dinamakan mati rasa? Saat melakukan banyak pekerjaan, mulai dari yang wajib sampai yang sunnah. Namun, tatkala melakukannya tak ada rasa apapun, hanya berlalu begitu saja, hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Apakah benar itu yang dinamakan mati rasa? Saat melakukan pekerjaan baik, tetapi bukan diniatkan karena Allah, apakah bisa disebut dengan ibadah? Sedangkan pekerjaan yang buruk dengan niat karena Allah, apakah bisa disebut ibadah? Mengapa hal-hal itu sering muncul saat ini, saat di mana mulai tumbuh semangat baru? Apakah salah mempertanyakannya? Harus apakah makhluk lemah ini menjalaninya? Saat-saat muncul perasaan itulah sebenarnya kita sedang diuji, sampai mana keimanan dan ketakwaan kita. Saat-saat sendiri, saat di mana harus berjuang, bukan hanya memikirkan diri sendiri namun juga orang lain. Saat hubungan i...
Welcome to my home :)